Rabu, 03 Desember 2008

Mo ke Korea...

. Rabu, 03 Desember 2008
9 comments

Tanggal 5 Desember mo berangkat ke Korea for 6 days...(doang).
Korea... tentu saja South Korea... Seoul and the gank.... hehehe

Ada yang tau info2 tentang Korea? tips2nya....

bulan Desember... berarti belahan bumi utara lagi puncaknya musim dingin... (bener gak?) Aku terbiasa di daerah tropis yang tidak mengenal winter... apa ya yang perlu dipersiapkan?? bisa bantu gak teman-teman? kasih saran doonk......



Read More »»

Sabtu, 22 November 2008

Mahasiswa Hoby Tawuran...

. Sabtu, 22 November 2008
10 comments


Akhir-akhir ini sering kita dengar Mahasiswa bentrok dengan Mahasiswa lain, mahasiswa bentrok dengan Polisi,.... dan lain-lain. Rata-rata penyebab bentrokan atau bisa disebut tawuran sangat sepele, tapi mereka (mahasiswa) tidak bisa mengendalikan emosi. Tak jarang berakibat sangat fatal bagi yang terlibat langsung juga bagi masyarakat sekitar yang ikut dirugikan. Bahkan sampe ada korban jiwa hanya karena bentrokan yang kurang jelas apa penyebabnya.

Makassar
Ada beberapa kejadian bentrok Mahasiswa terjadi di Makassar lagi Makassar lagi. Ada apa dengan Mahasiswa Makassar?
katanya Mahasiswa... orang yang disebut-sebut mewakili kelompok intelektual di negeri ini. Mau kemana arah negeri kita tercinta ini kalau kaum inteleknya suka tidak pake otak dan lebih mementingkan otot? coba dipikirkan apa untungnya melakukan ini semua?

Tak hanya mahasiswa, masih di Makassar, para pengantar jenazah juga menyerang Mahasiswa dan bertindak anarkis dengan merusak kampus, kendaraan, menyerang sampai ke dalam kampus.
ada apa dengan orang Makassar?
Mahasiswanya aja kaya gitu, apalagi yang bukan mahasiswa (kalimat pembenaran pelaku).

Memang ini terjadi juga di tempat lain, tapi Makassar menduduki peringkat tertinggi dalam urusan bentrok, tawuran, anarki, dll.

Berita ini selain seluruh Indonesia menyaksikan, sampai juga ke Luar Negeri. Orang akan berfikir lagi untuk datang berkunjung di Indonesia karena dipikir Indonesia tidak kondusif.

Bagaimana kita seharusnya menyikapi fenomena ini?
kasih pendapat yuks.........

Read More »»

Rabu, 12 November 2008

Going to Malinau

. Rabu, 12 November 2008
33 comments


Apa yang ada di benak anda mendengar kata malinau? Atau... mungkin banyak yang belum mengenal Kota Malinau ya ... :) sama dengan Aku, biasanya aku cuma bisa melihat kota ini di peta/atlas. OK deh aku jelasin aja ya... bagi yang sudah tahu mohon maaf kalo salah...

Malinau adalah kota kecil di Kalimantan Timur, di ujung utara Kaltim yang wilayahnya berbatasan langsung dengan Malaysia. Sedangkan Kota Malinau sendiri agak ke selatan dan tidah persis dekat garis batas negara. Malinau sebagai Ibukota kabupaten malinau baru berdiri 9 tahun. Masih sangat muda untuk ukuran kota. Tapi pemerintah dan masyarakat bersama-sama bertekat untuk memajukan kota Malinau.

Untuk mengetahui sejarah Malinau bisa dilihat di sini : WIKIPEDIA-MALINAU

Bagaimana Pergi ke Malinau?
Jakarta-Balikpapan-Tarakan-Malinau
Jakarta sampai Tarakan bisa ditempuh dengan Pesawat atau Kapal laut. Pesawat yang ke Tarakan hanya ada dua yaitu Mandala Airlines dan Sriwijaya Air. Untuk Kapal Laut ada beberapa tinggal pilih. (belum punya pengalaman naik kapal laut ke sana hehehe ...).
Waktu itu aku naik "Mandala" dari Jakarta ke Tarakan. Ternyata pesawat transit dulu di Balikpapan dan dilanjutkan ke Tarakan. Jakarta-Balikpapan ditempuh kira2 1 jam 50 menit. Tapi aku itung-itung sendiri kurang lebih 2 jam-an. Transit kira-kira 30 menit - 1 jam, pesawat lanjut ke Tarakan yang ditempuh hanya 40 menit-an.

Pesawat yang aku tumpangi terlihat baru, bersih, dan canggih. Tempat duduknya lebih lapang (tidak mentok kaki), semua kontrol seperti lampu kabin, monitor air, pintu dll sudah computerize dan touch screen. Aku kurang tau buatan tahun berapa... dengar2 sih baru datang September kemaren... enak banget tu pesawat...
yang aku tau jenisnya Airbus A-319.
Udah ah promosinya.... sekarang "kembali ke.... topix" (kembali ke laptop-nya tukul udah tidak boleh tayang sih...).

Naik Pesawat Kecil (single engine)
Akhirnya Pesawat Mandala A-319 mendarat sangat mulus di Bandara "Juwata" Tarakan. oh ya Tarakan adalah kota Pulau di utara Kaltim. Dari Tarakan ke Malinau bisa ditempuh dengan Speed Boat atau Pesawat kecil (pesawat perintis). Speed Boat dari Tarakan ditempuh kurang lebih 3 jam menyusuri sungai Sesayap menuju Malinau. Kalau naik pesawat bisa ditempuh dengan waktu cuma 25 menit. Kali ini aku naik pesawat kecil dengan kapasitas 12 penumpang. Aku cukup antusias karena baru kali ini merasakan naik pesawat kecil bermesin tunggal (satu baling-baling di depan). Sebelumnya semua penumpang ditimbang bersama barang bawaannya.

Pesawat di awaki dua orang "bule" yang sangat friendly dengan captain Harry (nama co-pilotnya lupa) Seperti biasa sesuai standar penerbangan sipil internasional kami disapa dan dikasih petunjuk oleh pilot dengan bahasa Indonesia yang lumayan lancar. (tidak seperti Cinta Laura ya... udah 13 tahun di Indonesia tapi kok bahasa Indonesianya begitu... tau kan.... o ya kan setengan bule... hehehe) padahal Pilot itu belum setahun di Indonesia, menurut pengakuannya capt. Harry blasteran juga... setengah Inggris setengah Belanda... wah lebih bule dong...dari Cinta.


Dengan sedikit berdebar-debar menunggu moment terbang dengan pesawat ini, pesawat take-off dengan sukses dari bandara Juwata. Wow... keren banget dengan terbang tidak terlalu tinggi kami bisa melihat pemandangan yang luar biasa. Menyusuri muara, sungai yang lebar-lebar dan hutan-hutan yang sangat lebat tampak indah dari pesawat.


Sementara kami menikmati pemandangan yang luar biasa dari pesawat, ada beberapa teman yang tampak pucat pasi (halo martin... :) )dan ada yang menjerit-jerit (salah satu temen cewek) melihat pilot melepas kemudi pesawat. Padahal dengan "Fly by Wire" pesawat dilengkapi auto pilot yang cukup aman. Memang dengan pesawat ringan seperti ini goncangan lebih terasa dibanding dengan pesawat besar. Tiap melewati awan terasa pesawat bergoncang-goncang seperti naik mobil di jalan bergelombang. tapi buatku ... cukup seru...

Tak terasa pesawat akhirnya mendarat mulus di Bandara RA Bessing Malinau. Angkat topi buat kedua Pilot, Great Job kawan...

Bandara RA Bessing Malinau sangat kecil. Terlihat hanya ada satu bangunan seperti rumah 7x6 meter yang digunakan untuk tiketing dan ruang tunggu penumpang. dan ada satu tower untuk kru darat. Dengan Panjang Landasan 1.10 km
Jenis Pesawat yang Bisa Mendarat: ATR 42 atau yang berkapasitas 42 orang (Trigana/Kalstar)

Kota Malinau sangat berpotensi untuk maju. Bisa dilihat untuk kota yang baru berdiri selama 9 tahun terlihat sedang giat-giatnya membangun. jalan-jalan raya yang lebar, Gedung-gedung pemerintahan yang cukup megah menghiasi kota pedalaman ini.

Dengan luas sekitar 30 persen dari Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), jumlah penduduk masih terhitung minim dan tak tersebar merata. Kepadatan penduduk rata-rata tak lebih dari satu jiwa per kilometer persegi. Maklum, hampir 99 persen wilayahnya berupa hutan.

Dari rimba yang sebagian besar berstatus hutan produksi, berbagai hasil hutan dihasilkan. Mulai dari hasil hutan non-kayu seperti madu, damar, sarang burung walet di gua di dalam hutan yang pemasarannya berskala lokal, hingga komoditas unggulan berupa gaharu dan kayu bulat yang laku dijual ke luar Kalimantan. Gaharu biasanya diproses terlebih dahulu di Pulau Jawa sebelum diekspor ke luar negeri. Demikian pula kayu. Gelondongan kayu itu biasanya dikapalkan ke Pulau Jawa untuk diolah lebih lanjut melalui pelabuhan di daerah tetangga, Kota Tarakan.

Sektor kehutanan yang menjadi mata pencaharian sekitar tiga persen penduduk menyumbang lebih dari separuh nilai total perekonomian kabupaten yang berbatasan langsung dengan Malaysia, tepatnya 67,8 persen di tahun 2002.

Selain kekayaan alam berupa hutan, bumi Malinau juga menyimpan berbagai kandungan bahan tambang yang bernilai tinggi : salah satunya adalah Batubara. Bahan tambang yang dieksploitasi di Long Loreh, Kecamatan Malinau Selatan, ini dikenal berkualitas tinggi. Dengan kandungan 7.200 kalori (rata-rata batu bara yang dijual memiliki kandungan 6.000 kalori), batu bara di daerah ini mampu menghasilkan panas lebih cepat karena kandungan sulfur lebih sedikit.

Di sektor Perkebunan, Malinau juga menyimpan banyak potensi. Kakao dan Kopi sangat berpotensi diolah. Sekitar 2.500 hektar kebun kakao dan 1.200 hektar kebun kopi menghasilkan 645 ton biji kakao dan 518 ton kopi. Dengan dukungan prasarana, pemasaran hasil perkebunan jauh lebih baik dibanding saat ini. Demikian pula potensi pariwisata. Selama ini, berbagai obyek wisata jauh dari pusat kota dan sulit dicapai.


Tanggal 4-12 November 2008 ini Malinau ada hajat besar yaitu Hari Ulang Tahun dan Irau ke-9 Kota malinau. Banyak Artis Ibukota yang diundang meramaikan acara ini. sebut saja nama-nama: Luna Maya, Ira Swara, Dyastari, Preti, Jojon, dll ikut meramaikan pembukaan tanggal 4 November. Belum lagi penutupan tanggal 12 November kabarnya dihibur juga oleh Dewi Persik dan kawan-kawan. Sayang aku sudah di Jakarta jadi tidak bisa menceritakan meriahnya penutupan HUT dan Irau Malinau ini.

Siang harinya pesta adat dayak sangat meriah dengan menampilkan berbagai tarian adat, demonstrasi perang ala adat setempat, pemecahan rekor MURI untuk kuliner, dll.
Dengan antusias aku merekam semua kegiatan adat itu dengan kamera video dan sedikit dengan kamera foto. Maklum aku bukan orang kalimantan sehingga belum pernah menyaksikan yang seperti ini, sayang kalo aku lewatkan. Ada perasaan bangga dengan kekayaan budaya negeriku, Indonesia.


Land of Head Hunter
Satu yang sangat menarik perhatianku, yaitu demo Perang ala Dayak. Disitu dibagi ada dua kelompok yang memperagakan perang. masing-masing membentuk barisan dengan satu pemimpin didepan dan diikuti para prajurit perang dibelakangnya semakin melebar. Dengan bersejatakan tombak atau mandau di tangan kanan dan perisai di tangan kiri para prajurit perang dayak saling mendekati dengan gerakan-gerakan khasnya. Dan akhirnya kedua kubu bertemu dan terjadilah peperangan terbuka yang dalam penggambarannya dimenangkan oleh salah satu kubu ditandai dengan dipenggalnya semua kepala musuh yang kalah. Ini memang menjadi adat suku dayak dalam berperang yaitu dengan memenggal kepala musuhnya. Dengan membawa kepala musuh, mereka melakukan ritual yaitu menggantungkan kepala-kepala itu di suatu tugu dan dengan bahasanya yang tidak kumengerti mereka semacam memaki-maki kepala itu. Tak heran Kalimantan dikenal juga oleh orang-orang luar sebagai "land of head hunters" atau "tanah para pemburu kepala".
Setelah itu digambarkan mereka menari bersama yang berarti meskipun dulu mereka berperang satu sama lain, sekarang mereka bersatu.



Tak kalah menariknya diperagakan oleh kaum hawa yang menari-nari khas masing-masing suku. Di Malinau ada beberapa suku antara lain: Dayak Lundayeh, Dayak Kenyah, Dayak Tidung, Dayak Burusu, dan Dayak tagal. Masing-masing mempunyai kekhasan sendiri.

Luar biasa keaneka ragaman budaya Indonesia. Itu baru di Kabupaten Malinau bagian kecil Kalimantan Timur. Bayangkan ada berapa suku di Indonesia Raya ini. Aku bersyukur menjadi bangsa Indonesia yang sangat kaya dalam keragaman, bahkan karena kayanya negara kita ada negara tetangga yang mau mengambil sebagian tanah dan budaya kita yang luhur dengan berbagai cara.

Untuk Pemerintah pusat, perhatikan daerah-daerah seperti ini khususnya daerah perbatasan. Buat daerah lebih maju dan berkembang dengan mengandalkan keunggulan komparatif masing-masing daerah. Maju terus Indonesia!!!

Read More »»

Minggu, 09 November 2008

Maless

. Minggu, 09 November 2008
7 comments

mmmhhh... lagi kena penyakit males nulis... padahal di otak banyak mo ditulis... tp... kenapa ya kok mau memulai lagi nulis beraaaat banget... kasih saran doong...


Read More »»

Senin, 20 Oktober 2008

Bali - Lombok with P3W ........ chapter I

. Senin, 20 Oktober 2008
5 comments


Serasa Menyewa Pesawat
Minggu pagi tapat pukul 08.00, Pesawat Garuda 737-400 yang kami tumpangi sukses take off dari bandara Soekarno-Hatta. Memang agak lain dari biasa, pesawat ini agak sepi penumpang bahkan bisa dibilang sedikit banget penumpangnya. Mungkin kira2 tak lebih dari 15 orang. Aku berfikir mungkin karena ini habis masa liburan panjang (lebaran) jadi yang ke arah Bali tidak banyak.
Rombongan kami ada 7 orang : Host 3 orang, Cameraman 3 orang, dan satu Produser. Dua Crew sudah duluan ada di Bali untuk survey.
Karena pesawat terisi sedikit penumpang, kami sangat leluasa berpindah-pindah tempat duduk, ngobrol, minum, foto2 dan lain2, sampai ngobrol sama para pramugari & pramugara pesawat. Kami juga ditawarin nambah makanan kalo mau hehehe.
Ternyata setelah ngobrol-ngobrol sama pramugari, kami baru tahu kalo pesawat yang kami tumpangi adalah pesawat back-up. Tapi gpp... yang penting asik naik pesawat dengan penumpang sedikit, sehingga serasa menyewa pesawat sendiri, hehehe. Kurang lebih 1 jam 40 menit penerbangan Jakarta-Bali serasa cepat di pesawat.


Bali
Pesawat landing dengan mulus di Bandara Ngurah Rai, Bali. Salut n angkat topi buat pilot-pilot Garuda karena dari sekian banyak penerbangan domestik yang aku tumpangi, dalam hal landing pesawat Garuda paling keren... hampir tidak terasa goncangan waktu touching/landing, mulusss. Pelayanan juga OK. Thanks Garuda......... (bukan built-in loh.... :D
Hari pertama di Bali bertepatan dengan peringatan 6 tahun Bom bali I. Yang puncak peringatan diadakan di Ground Zero (titik peledakan bom I di Legian).

Sea Walker & Rafting
Hari kedua jam 08.00 WITA kami berangkat dari Hotel menuju "Puri Santrian" untuk menikmati wisata laut "Sea Walker".
Sea Walker ini adalah satu-satunya di Indonesia, yang dikelola oleh
clubaquabali

Dengan menggunakan Helm yang dirancang khusus sehingga bisa digunakan manusia di dalam air. Prinsipnya seperti gelas yang dibalik dan dimasukkan dalam air tegak lurus, sehingga meskipun di dalam air masih ada ruang udara dalam gelas.
Sebelum turun kami mendapat pengetahuan tentang sea walker dan petunjuk keselamatan berupa video dan instruktur langsung. Juga diajarkan beberapa kode tangan yang digunakan dibawah laut, karena kita tidak bisa berkomunikasi dengan berbicara.
Setelah ganti baju, kami dijemput boat menuju kapal tempat kita turun ke dasar laut dengan Sea Walker.
Akhirnya dengan memakai alat semacam helm, kami satu per satu menuruni tangga hingga dasar laut yang kira-kira kedalamannya hanya 7-10 meter. Aku turun duluan karena pegang kamera. Disini sebenarnya ada problem, aku membawa kamera dengan casing waterproof bukan di design underwater meskipun teorinya bisa sampe 10 meter. Aku pinjam pemberat seperti yang biasa buat diver yang aku kaitkan di handle kamera.
Pertama menginjakkan kaki di dasar laut yang berpasir... ikan-ikan kecil menyambut kami dengan jumlah yang sangat banyak. Butuh beberapa detik untuk adaptasi dengan lingkungan baruku. Setelah dirasa bisa menguasai keadaan, aku langsung mengarahkan kameraku ke 3 host P3W. Aku lihat semua yang ada disitu sangat kesulitan berdiri diam, karena kebetulan lagi arus yang lumayan kencang. Aku harus berjuang untuk mempertahankan posisi supaya tidak terbawa arus ke laut lepas dan juga aku harus berjuang mempertahankan kamera, karena pemberat yang ada di handle sehingga kamera selalu miring ke kanan. Terasa sakit tangan kananku karena menahan kamera yang memang sebenarnya tidak di design buat under water ini.
Dengan dipandu petugas2 Sea walker yang sangat profesional kami menikmati jalan-jalan di dasar laut ini melihat ikan-ikan, terumbu karang dan semua yang ada di dasar laut. Kami dibawa menuju pinggir terumbu karang yang sudah ada pegangan buat kita2. Disitu kita bisa melihat ikan-ikan yang lebih banyak lagi, kita bisa kasih makan ikan, dan tak lupa semua di foto dengan memegang bintang laut.
Wow....






Masih di hari yang sama kami menuju next destination.... "rafting" dengan Club Aqua di kawasan Telaga Waja River. Disini dengan dipandu orang-orang yang berpengalaman kami mengarungi sungai deras Telaga Waja sepanjang 16 km. Pemandangan yang masih asli terpampang sepanjang perjalanan kami. Banyak air terjun di kanan-kiri sungai yang kami lewati. Luar biasa....

to be continued...

Read More »»

Rabu, 01 Oktober 2008

Asal Orang Madagascar dari Indonesia?

. Rabu, 01 Oktober 2008
115 comments


Cukup terkejut aku baru-baru ini, pas lagi jalan-jalan di dunia maya.... di salah satu forum tentang Madagascar (bukan film Madagascar loh... :D)ternyata Presiden Madagascar adalah seorang keturunan Melayu-Indonesia yang sukses terpilih sebagai Presiden Republik Malagasi (nama lain Madagascar)malalui proses pemilu. dan ternyata penduduk asli Madagascar mirip dengan orang Jawa atau Indonesia pada umumnya. Padahal dari segi geografis, Madagascar sangat jauh dengan Indonesia karena terletak di Afrika (Pulau besar sebelah timur Afrika). Harusnya secara rasional penduduknya kurang lebih sama dengan penduduk Afrika, tapi ternyata salah. Penduduk asli Madagascar lebih mirip ras Asia Tenggara atau tepatnya Indonesia.



Gajah Mada?
Aku merasa tertarik dengan artikel ini dan (mungkin) karena ada rasa kedekatan historis. Sebelumnya aku pernah mendengar Asal muasal Madagascar ada hubungannya dengan Mahapatih Majapahit yaitu Gajah Mada yang konon setelah bebas tugas dan dianugerahi tanah di madakaripura (daerah probolinggo Jatim), beliau memimpin Ekspedisi berlayar menuju barat dan sampai di Pulau Madagaskar. Faktanya sampai sekarang tidak ada yang tahu dimana Gajah Mada disemayamkan. Jadi kemungkinan teori ini ada benarnya, Gajah Mada memimpin ekspedisi sangat jauh sampai de Madagaskar sehingga tidak mungkin untuk kembali lagi ke Majapahit (Indonesia sekarang) dan akhirnya menetap di Madagascar sampai akhir hayatnya.

Googling
Aku mulai googling mencari-cari tentang Madagaskar. Banyak informasi tentang negara Pulau terbesar keempat di dunia ini. Mulai wikipedia, www.visitmadagascar.com, www.kidcyber.com.audan lain-lain. Semua menyatakan Madagaskar sebelumnya pulau tidak berpenghuni sampai kira-kira 1500-2000 tahun yang lalu Pelaut-pelaut dari Indonesia berlayar mengarungi Samudera Hindia yang luas dan sampai di Pulau Madagaskar (dekat afrika).
Dari berbagai sumber ini menyebutkan bahwa Orang Indonesia sudah berlayar jauh sebelum masa Majapahit karena berkisar antara 1500-2000 tahun yang lalu. Tapi mungkin saja berita tentang Gajah Mada ada benarnya juga meskipun bukan yang pertama sampai di Madagaskar.
Jadi dari berbagai situs tersebut semua menyatakan asal-muasal penduduk Madagascar pertama kali adalah orang-orang (pelaut) Indonesia yang datang bertahap mulai dari pertama kali pakai kapal bercadik sampai kapal layar besar yang bisa menampung ratusan orang dan banyak barang dagangan. Baru setelah itu orang Afrika, Arab, India, dan lain-lain datang.

Penduduk Madagascar sekarang ada berbagai kelompok etnik :
Merina (27%), Betsimisaraka (15%), Betsileo (12%), Tsimihety (7%), Sakalava (6%), Antaisaka (5%) and Antandroy (5%)
Merina dan Betsileo mirip dengan penduduk asli jawa (Indonesia).
Bahkan dulu ada kerajaan Merina yang sangat besar dan disegani di kawasan itu sampai Eropa. Kerajaan ini merupakan kerajaan melayu-Indonesia di Madagascar yang jaya sampai datangnya orang-orang perancis menyerang kerajaan ini.

Bahasa yang dipakai di Madagaskar adalah bahasa Malgasy yang mirip dengan bahasa Maanyan (kalimantan) dan bahasa Perancis (karena merupakan koloni Perancis)

Ternyata selain di Suriname (Amerika Selatan), New Caledonia (Oceania), dan Belanda yang banyak orang Jawa, di belahan bumi lain kita juga ada saudara yaitu di Pulau dekat Afrika, MADAGASCAR. Kita sebagai orang Indonesia bangga mempunyai saudara nun jauh di sana yang tidak banyak yang tahu kalau mereka ada kedekatan historis dan budaya sama kita.

Baca Juga Tulisan Presiden Madagaskar berikut: Melestarikan Warisan Melayu-Indonesia yang Ada di Madagaskar Oleh: Mboara Andrianarimanana (Presiden Madagascar)
yang disampaikan dalam seminar pada acara Festival Budaya Melayu se-Dunia pada tahun 2003 yang diselenggarakan di Pekanbaru.

Read More »»
 
Indahnya Alam Negeriku is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com|modified by masoro